liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
2,73 Juta Kendaraan Diprediksi Keluar Jabodetabek Jelang Libur Nataru

Memuat…

Jasa Marga memperkirakan sekitar 2,73 juta kendaraan keluar Jabotabek selama libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Foto/Ilustrasi/Doc SINDOnews

BEKASI – Jasa Marga memprediksi sekitar 2,73 juta kendaraan akan meninggalkan Jabodetabek selama liburan menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Jumlah tersebut meningkat 8,4 persen dari volume lalu lintas normal.

Head of Operations and Maintenance Management Group Jasa Marga, Atika Dara Prahita menjelaskan, kendaraan tersebut akan dilepas pada H-3 Natal hingga H+3 Tahun Baru. Baca juga: Sandiaga Uno Ajak Pelaku Parekraf Lakukan Persiapan Jelang Libur Nataru

“Pada periode 18 Desember 2022 hingga 4 Januari 2023, terdapat 2,73 juta kendaraan, naik 8,4% dari jumlah lalu lintas normal,” kata Atika dalam keterangannya, dikutip Jumat (16/12/2022).

Puncak arus balik selama periode ini diperkirakan akan terjadi dalam dua hari. Secara rinci, puncak pulang sebelum Natal adalah 23 Desember 2022 dan sebelum tahun baru, 30 Desember 2022.

Sedangkan prakiraan jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Jabotabek pada periode yang sama adalah 2,71 juta kendaraan, meningkat 9% dari volume lalu lintas normal, dengan prakiraan arus balik puncak juga dibagi menjadi dua hari, yaitu Minggu, 25 Desember 2022. untuk periode Natal dan Minggu, 1 Januari 2023, untuk periode Tahun Baru.

Angka prediksi tersebut merupakan jumlah kumulatif arus lalu lintas dari empat gerbang tol (GT) utama yaitu GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (menuju Trans Jawa dan Bandung), GT Ciawi (menuju Puncak), dan GT Cikupa (menuju Merak). .

Mayoritas distribusi volume lalu lintas baik di dalam maupun di luar wilayah Jabodetabek pada periode ini adalah ke arah Timur/Trans Jawa dengan tingkat distribusi sebesar 47%.

Jasa Marga memastikan kesiapan strategi dan layanan pengoperasian jalan tol di seluruh segmen Grup Jasa Marga berjalan optimal. Hal ini untuk mengantisipasi peningkatan jumlah kendaraan yang keluar Jabodetabek.

Sebagai upaya mengantisipasi peningkatan lalu lintas, Jasa Marga bersama Polri dan Kementerian Perhubungan memaksimalkan kapasitas jalan tol dengan rekayasa lalu lintas seperti contraflow, khususnya di Tol Jakarta-Cikampek.

Selain itu, pihaknya sedang mengupayakan penambahan satu lajur di Tol Jakarta-Cikampek, baik menuju Cikampek maupun menuju Jakarta (dari tiga lajur menjadi empat lajur) dari Km 50 menjadi Km 67 sepanjang 16,3 Km.

Kemudian mempersiapkan pengoperasian fungsional Tol Jakarta Selatan-Cikampek II (Sadang hingga Kutanegara) sepanjang 8,5 Km.

(jamak)