liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
41 Mahasiswa IAIN Langsa Terima Beasiswa dari Baznas, Ini Pesan Wakil Rektor

Memuat…

Beasiswa Baznas. Foto/Ist

JAKARTA – Sebanyak 41 mahasiswa Manajemen Wakaf Zakat (MZW) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri ( IAIN ) Langsa mendapat beasiswa.

mereka menerima beasiswa dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Baitul Mal Kota Langsa, dan Yayasan Pendidikan Wakaf Indonesia, Senin (5/12/2022).

Baca juga: 10 Departemen Kurang Semangat di UI, ITB, dan UGM, Peluang Lolos PTN Terbaik Terbuka Lebar

Dekan FEBI IAIN Langsa Prof. dr. Iskandar Budiman, M.CL mengatakan, beasiswa yang diperoleh sebanyak 11 penerima beasiswa BAZNAS dengan nilai masing-masing Rp 4 juta.

Selain itu, 10 siswa mendapatkan beasiswa Baitul Mal Kota Langsa sebesar Rp 500 ribu per orang. Sedangkan penerima beasiswa Diklat Wakaf Indonesia sebanyak 20 orang.

“Beasiswa ini dibagi menjadi 2 level. Tahap pertama 10 orang yaitu 5-10 Desember 2002 dan tahap 2 19-24 Desember 2022,” jelasnya.

Baca juga: Inilah 5 Jurusan Studi yang Cocok Bekerja di Bank Mandiri

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Zainuddin, MA mengatakan, santri yang mengikuti pelatihan wakaf perlu mengikuti kegiatan tersebut dengan serius. Sehingga diharapkan mahasiswa benar-benar memiliki kemampuan mengelola zakat dan wakaf.

Kepada para penerima beasiswa, Wakil Rektor meminta mahasiswa menggunakan dana tersebut untuk biaya kuliah dan dukungan akademik lainnya.

“Walaupun Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf memiliki jumlah mahasiswa yang terbatas, namun perhatian pemerintah terhadap Prodi ini sangat besar. Hal ini dibuktikan dengan beasiswa yang diberikan. Saya berharap beasiswa ini dapat digunakan sebaik mungkin untuk kelancaran proses pembelajaran,” harapnya.

Wakil Rektor juga meminta mahasiswa aktif mencari informasi, rajin belajar ilmu dan membekali diri dengan keterampilan lain. Ini merupakan modal utama ketika mahasiswa akan berdaya di tengah masyarakat.

(mpw)