liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Bikin Bangga, Mahasiswa S3 Asal RI Dijamu Raja Charles di Istana Inggris

memuat…

Mahasiswa doktor Indonesia Gatot Subroto diundang dan dihibur oleh Raja Charles III di Istana Buckingham, Inggris. Foto/Doktrin Inggris.

JAKARTA – Mahasiswa doktor Indonesia Gatot Subroto diundang dan dihibur oleh Raja Charles III di Istana Buckingham, Inggris. Gatot dinilai telah berperan dalam memajukan civitas akademika Asia Tenggara di Inggris.

Perjamuan diadakan oleh Inggris Raya untuk memperingati hubungan kerja sama antara Brisith East dan Komunitas Asia Tenggara. Dalam pertemuan yang digelar Kamis waktu Indonesia itu, Royal Family atau keluarga kerajaan mengundang sekitar 300 tokoh muda dan tokoh masyarakat dari Asia Timur dan Asia Tenggara. Mereka termasuk Pangeran Selangor Malaysia, model internasional Alexa Chung, dan YouTuber Korea Inggris Joshua Carrot.

Gatot menuturkan, undangan jamuan makan malam ini merupakan apresiasi yang diberikan Kerajaan Inggris kepada para pemuda yang telah berjasa dalam perkembangan masyarakat di Inggris. “Raja Charles III menilai masyarakat Asia di Inggris memiliki peran penting dalam membangun hubungan kerjasama. Tokoh-tokoh masyarakat Asia ini dinilai telah memberikan kontribusi besar di bidangnya masing-masing. Ini suatu kehormatan bagi saya,” kata Gatot dalam keterangan resmi, Jumat (3/2/2023).

Baca juga: Perluas Peluang Magang, Unpas Gandeng MNC Multimedia Network

Gatot adalah pendiri dan Ketua Epistemik Doktor Indonesia di Inggris (Doctrine UK). Organisasi independen ini merupakan wadah bagi mahasiswa doktoral Indonesia yang belajar di Inggris. Usia organisasi ini baru dua tahun, namun jumlah anggotanya terus bertambah. Pada awalnya hanya beranggotakan 50 orang, namun kini sudah hampir 400 mahasiswa doktoral dari Indonesia yang sedang belajar di berbagai universitas di Inggris.

Doctrine UK memiliki 21 cluster atau kelompok diskusi antar anggota. Ini termasuk kelompok diskusi tentang ekonomi, sosial politik, budaya, teknik, pendidikan, studi lingkungan dan diskusi multidisiplin. Setiap kelompok diskusi aktif mengadakan diskusi dan membagikan ilmu yang mereka peroleh dari universitas di Inggris kepada masyarakat luas.

Baca juga: UI Masuk Top 10 Universitas Terbaik Asia Tenggara Versi Webometrics Januari 2023

Gatot sebelumnya adalah Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia di Inggris Raya (PPIUK) tahun 2020-2021. Pada tahun 2021, beliau juga memprakarsai pembentukan Tax Centre Indonesia pertama di luar negeri yaitu Indonesian Tax Center in the United Kingdom (Intack-UK).

Gatot saat ini sedang menempuh pendidikan doktor di bidang Organisasi dan Manajemen di University College London, yang merupakan universitas terbaik ke-8 di dunia. Di London, Gatot aktif dalam kepengurusan dan kepanitiaan pembangunan Islamic Center of Indonesia (IIC). Desember tahun lalu, IIC berhasil mengakuisisi sebuah properti di London yang akan digunakan sebagai masjid Indonesia pertama di Inggris Raya.

Gatot yang merupakan pegawai Kementerian Keuangan RI berharap mahasiswa doktoral Indonesia di Inggris terus berkontribusi dalam pengembangan masyarakat melalui keahliannya masing-masing. Ia juga berpesan kepada mahasiswa yang mendapat beasiswa dari pemerintah Indonesia untuk segera kembali ke tanah air setelah menyelesaikan studinya. “Sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara,” ujarnya.

(TIDAK)