memuat…
JAKARTA – Polres Metro Jaya menyatakan, pengakuan Bripka Madih, anggota Polres Jatinegara yang diperas penyidik saat menangani kasus sengketa tanah, masih dalam pemeriksaan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimsus). Diduga itu yang dilakukan penyidik pemerasan yaitu TG yang kini sudah pensiun.
“TG ini sudah pensiun, jadi penyidikan dilakukan oleh Ditreskrimsus,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Sabtu (4/2/2023).
Menurut Trunoyodo, kasus sengketa tanah ini dilaporkan Bripka Madih pada 2011. Bripka Madih mengabarkan bahwa tanah orang tuanya dikuasai perusahaan.
“Kasus ini sudah lama berlarut-larut, penyidiknya juga purnawirawan. Nanti ini dibawa ke pengadilan, bukan membuang semuanya tanpa bukti,” ujarnya.
Ia mengatakan, proses perkara ini bila perlu melibatkan Propam untuk melakukan konfrontasi dan berita acara agar bisa dimintai pertanggungjawaban. Baca: Bripka Madih Mengaku Ancam Polisi, Polda Metro Jaya: Fakta Tidak Masuk Akal
“Kasus ini harus dibuktikan. Karena polisi tidak bisa membuat asumsi tanpa bukti. Karena kalau bilang tanpa bukti, semuanya baik-baik saja, tapi buktinya seperti apa. Tingkat kesulitan untuk membuktikan keduanya sama-sama sulit kan,” ujarnya.
Maklum, kasus ini ramai diperbincangkan setelah Bripka Madih mengaku memeras RM100 juta dari penyidik Polda Metro Jaya saat melaporkan kasus perampasan tanah yang dialami keluarganya.
Selain itu, Bripka Madih juga mengaku penyidik juga meminta sebidang tanah seluas 1.000 meter.
(pusat)