liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Jaksel dan Jaktim Berpotensi Alami Tanah Bergerak, Pj Gubernur Bilang Gini

Memuat…

BPBD DKI Jakarta meminta masyarakat mewaspadai potensi pergerakan tanah saat hujan melebihi normal Foto/KORAN SINDO/Ilustrasi

JAKARTA – Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meminta warga memantau informasi cuaca terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hal ini sejalan dengan potensi pengalihan lahan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

“Makanya kami imbau agar kondisi cuaca atau alam yang tidak bersahabat selalu melihat informasi dari BMKG dan informasi cuaca lainnya,” kata Heru, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2022). Baca juga: Sejumlah titik di Jakarta Timur dan Selatan berpotensi terjadi pergerakan tanah

Heru menambahkan, potensi pengalihan lahan di Jakarta kecil. Dia berharap bencana ini tidak terjadi. “Informasi di Jakarta tidak berdampak dan diharapkan tidak terjadi. Tapi kami tetap waspada,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi longsor di 10 wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada Kamis (12/1/2022). Baca juga: BPBD DKI 10 Kecamatan di Jakarta Potensial Pergerakan Tanah

“Prakiraan daerah yang berpotensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil overlay antara peta zona kerawanan gerakan tanah dengan peta prakiraan hujan bulanan dari BMKG,” tulis laman Instagram @bpbddkijakarta yang dikutip pada Kamis (1). /12).

Menurut informasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), sebagian wilayah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah. Daerah yang berpotensi mengalami pergerakan tanah adalah di Jakarta Selatan.

Diantaranya berada di Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan. Sedangkan wilayah Jakarta Timur meliputi Kecamatan Kramatjati, dan Pasar Rebo.

“Zona Perantara dapat menyebabkan pergerakan tanah jika curah hujan melebihi normal, terutama di daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, tepian, tepian jalan atau jika lerengnya terganggu. Sedangkan di Zona Tinggi, gerakan tanah lama bisa diaktifkan kembali,” katanya.

(jamak)