liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Kerajaan Majapahit, Dibentengi Gapura Megah dengan Alun-alun yang Dikelilingi Jalur Air Pengendali Banjir

Memuat…

Peta Trowulan Majapahit. Foto: Istimewa

kerajaan Majapahit selalu menarik untuk dikomentari. Kerajaan terbesar di Nusantara ini meninggalkan terlalu banyak warisan penting untuk dipelajari. Salah satunya adalah bentuk gedung pemerintahan pada zaman Hayam Wuruk.

Masa Hayam Wuruk menjadi penting, karena pada masa itu Kerajaan Majapahit mencapai puncaknya.

Namun, banyak ahli yang tidak setuju dengan bentuk bangunan pemerintahan Majapahit tersebut. Penggalian informasi mengenai hal ini terus berlanjut hingga saat ini, seperti mata air yang tak pernah kering.

Baca juga: Strategi Gajah Mada Menghancurkan Pemberontakan di Kerajaan Majapahit

Demikian Cerita Pagi akan mengulas secara singkat bangunan-bangunan megah Kerajaan Majapahit.

Dilansir dari buku Geografi Sejarah Indonesia, diketahui keraton Majapahit menghadap ke utara. Dalam kitab Negarakertagama disebutkan bahwa di sebelah utara kompleks keraton terdapat sebuah gapura yang luar biasa besar.

Pintu gerbang terbuat dari besi dengan hiasan yang sangat indah dan cukup panjang. Itulah gerbang utama istana Kerajaan Majapahit. Di depan gapura terdapat lapangan yang disebut Wanguntur.

Membacanya: Kesedihan Lembu Sora Meninggal Sebagai Pemberontak Kerajaan Majapahit

Posisi keraton yang menghadap ke utara dengan lapangan atau bujur sangkar di depannya ternyata menjadi model Kasepuhan Cirebon, Keraton Surasowan di Banten lama, Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta.

Tak hanya itu, model bangunan yang menghadap ke utara dengan alun-alun di depannya juga digunakan di beberapa kantor pemerintahan di Jawa hingga saat ini. Baik di tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, hingga tingkat provinsi.