liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Mahasiswa UNS Berhasil Terbitkan Jurnal Internasional Terindeks Scopus, Ini Rahasianya

Memuat…

Indriana Anggun Febrianti, mahasiswa Pascasarjana Seni Rupa FSRD UNS, berhasil menerbitkan artikel jurnal internasional yang terindeks Scopus Q3. foto/halaman UNS.

JAKARTA – Mahasiswa pascasarjana Seni Rupa Fakultas Seni Lukis dan Desain (FSRD) Universiti Sebelas Maret (UNS) Surakarta Indriana Anggun Febrianti berhasil menerbitkan artikel jurnal internasional terindeks Scopus Q3. Jurnal ini diterbitkan oleh Journal of Graphic Engineering and Design (JGED) dari Serbia dengan akses terbuka dan gratis.

Mahasiswa yang biasa disapa Anggun ini merupakan mahasiswa pascasarjana yang melanjutkan studi di jenjang magister selama dua tahun dengan beasiswa. Untuk itu, Anggun diwajibkan menulis di jurnal internasional terindeks Scopus.

Anggun menuturkan, menulis jurnal merupakan pengalaman baru baginya. Ia tidak menyangka artikel jurnal yang ditulisnya bisa diterima penerbit hanya dalam waktu tiga bulan empat hari.

Baca juga: Program Magister Kimia FMIPA UI Raih Akreditasi Internasional RSC

“Tanpa diduga, saya submit artikel pada 24 September 2022 dan mendapat balasan email dari reviewer yang merekomendasikan publikasi pada 16 November 2022 dengan minor revisi. Terakhir, saya menerima Letter of Acceptance (LoA) pada 20 Desember 2022,” ujarnya. ujar dikutip dari website UNS, Sabtu (21/1/2023).

Namun, Anggun mengaku kesulitan dalam proses penulisan karena ditolak oleh dua penerbit berbeda.

“Saat itu mereka mengatakan jika saya kehilangan fokus pada isu-isu ilmiah yang lebih umum dan fokus penelitian, maka tidak mungkin menarik pembaca yang lebih luas. Karena itu, saya dan dosen pembimbing memutuskan untuk membuat alternatif penelitian baru berdasarkan masukan dari beberapa penerbit,” kata Anggun.

Baca juga: Program Kampus Merdeka Ini Bantu Mahasiswa Cepat Dapatkan Pekerjaan dan Gaji Tinggi

Tentunya pengalaman baru yang berbuah ini tidak lepas dari peran pembimbing dan kontributor dalam artikel tersebut yaitu Dr. Andreas Slamet Widodo dan Dr. Ahmad Faizin dan peran dosen S1 DKV, Sayid Mataram yang banyak memberikan masukan untuk menembus jurnal internasional terindeks Scopus.

Anggun juga memberikan tips bagaimana agar artikel penelitian dapat dimuat di jurnal internasional terindeks Scopus.

“Topik kajian adalah kunci utama. Topik penelitian harus relevan untuk memberikan dampak positif di tingkat global, cari penerbit jurnal internasional terindeks Scopus yang memiliki deadline yang jelas, open access dan banyak berdiskusi dengan orang-orang yang berpengalaman dalam menulis jurnal internasional,” ujarnya.

(Tidak)