liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Mencekam! Begini Kesaksian Polisi saat Pecah Tragedi Kanjuruhan

Memuat…

Sejumlah saksi dihadirkan dalam persidangan tragedi Kanjuruhan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (19/1/2023). Foto/SINDOnews/Lukman Hakim

SURABAYA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan sejumlah saksi dalam persidangan tragedi Kanjuruhan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Saksi dihadirkan untuk bersaksi melawan terdakwa, Ketua Arema FC Pelpel, Abdul Haris, dan Satpam, Suko Sutrisno, Kamis (19/1/2023).

Baca juga: Pihak Perindo Minta Sidang Kasus Tragedi Kanjuruhan Digelar Terbuka

Salah satu saksi yang dihadirkan adalah anggota polisi dari Polsek Pakis, Eka Narafiah. Saat terjadi tragedi Kanjuruhan, Eka adalah seorang polisi yang bertugas membantu pengelola pertandingan pada pertandingan Arema FC vs Persebaya pada 1 Oktober 2022.

Tugas Eka adalah mencari barang bawaan dan mengecek tiket penonton sebelum memasuki stadion. Dalam kesaksiannya, Eka mengaku menyaksikan ratusan penonton yang sudah mengantongi tiket ditahan dan tidak bisa masuk ke Stadion Kanjuruhan. Tepatnya di gate 12. “Mereka tidak masuk karena stadion penuh penonton,” ujarnya.

Baca juga: Kisah Skandal Panembahan Senopati dengan Istri Sultan Pajang dan Memiliki Putra

Sebelum melakukan pemeriksaan keamanan, Eka dan petugas lainnya mendapat instruksi dari Kapolres Malang saat itu, AKBP Ferli Hidayat. Kapolda Malang, meminta anggota melakukan pemeriksaan terhadap suporter, terutama yang tidak memakai atribut. Khawatir ada suporter lain yang menyusup. “Dalam pengarahan itu, seluruh petugas yang bertugas diminta untuk tidak membawa senjata api,” ujarnya.

Namun, dia tak menampik ada anggota yang membawa senjata gas. Dia mengatakan, pembawa senjata gas biasanya anggota Brimob. Setelah mendapat pengarahan, sekitar pukul 20.00 WIB, pertandingan baru dimulai. Kerumunan penonton memasuki stadion. “Hingga istirahat babak pertama pukul 21.00 WIB, terlihat masih ada penonton yang ingin masuk ke dalam stadion,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, panitia tiket membuka dan menutup pintu, padahal diperkirakan stadion sudah penuh. Artinya, penonton sudah berada di area tangga. Sekitar pukul 22.00 WIB, pertandingan usai. Eka meminta para atasan berkumpul di lobby stadion untuk membuat barikade agar ofisial dan pemain keluar dari stadion.

Baca juga: Video Pengendara Motor Wanita Ditabrak Rantis TNI di Purwakarta