Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia Gelar Muktamar ke-10 di UIN Suka Yogyakarta

Memuat…

Ikatan Mahasiswa Bahasa Arab Indonesia atau ittihadu tholabah al Lughah al Arabiyah bi Indonesia (ITHLA) menggelar KTT ke-10, di UIN Yogyakarta, Selasa (22/11). Foto/Ist

JAKARTA – Persatuan Murid Indonesian Arabic atau ittihadu tholabah al Lughah al Arabiyah bi Indonesia (ITHLA) menggelar KTT ke-10, di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (22/11/2022).

“Tujuan Kongres ITHLA selama satu dasawarsa ini adalah untuk menjalin silahturahmi yang sempat terhambat selama dua tahun terakhir akibat pandemi Covid 19,” jelas Ketua Panitia Wanidi Siregar dalam keterangan pers, Rabu (23/11/2018). . 2022).

Baca juga: TGB Fasih Isi Seminar Berbahasa Arab, Mahasiswa UIN Jakarta Bingung Menerjemahkan

Ia mengatakan, di usianya yang menginjak sepuluh tahun ia berharap ITHLA menjadi organisasi yang lebih matang dan memiliki output yang dapat berkontribusi bagi kemajuan negara.

“Kami bersyukur di tahun ke-10 ini, ITHLA juga mampu mengembangkan dan memperluas cabangnya di seluruh Indonesia P batang arab di perguruan tinggi seluruh Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan (DPT) ITHLA Ja’far Shodiq mengatakan, pada awal pendiriannya, ITHLA hanya terdiri dari 14 lembaga dan kini telah berkembang menjadi 135 perguruan tinggi yang tergabung menjadi anggota ITHLA.

Baca juga: TGB ke Mahasiswa UIN Jakarta: Tidak Ada Alasan Kenapa Belajar Bahasa Arab Sulit

“Insya Allah ke depan akan banyak lembaga yang akan berpartisipasi dan tahun depan akan ada 200 lembaga yang akan mengikuti ITHLA,” ucapnya.

Selain itu, Ja’far juga mendorong manajemen ITHLA untuk mendeklarasikan ITHLA Indonesia menjadi ITHLA ASEAN tahun depan. Menurutnya, ITHLA sudah siap di kancah internasional.

“Manajemen ITHLA tahun depan tolong deklarasikan ASEAN ITHLA, kami juga sudah melakukan voluntary teaching ke Singapura dan Malaysia dan sudah ada empat kelompok. Dalam dekade ini, diharapkan ke depannya ITHLA melebarkan sayapnya hingga mencakup Asean bahkan dunia,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Bahasa Arab se-Indonesia, Dr. H. Tulus Mustofa, Lc. Mahkamah Agung berpesan agar pada konferensi tersebut ITHLA dapat menyusun program kerja dan kegiatan untuk masa depan ITHLA, Bangsa dan Dunia.

“Kegiatan Ithla harus kita kembangkan tidak hanya di perguruan tinggi di Indonesia, tetapi juga di luar negeri dan berkembang di kancah internasional,” pungkasnya.

(mpw)