liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
MASTER38 MASTER38 MASTER38 MASTER38 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 BOSSWIN168 COCOL88 COCOL88 COCOL88 COCOL88 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MABAR69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 MAHJONG69 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 RONIN86 ZONA69 ZONA69 ZONA69 NOBAR69 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38 ROYAL38
SLOT GACOR HARI INI SLOT GACOR HARI INI
Produksi Budidaya Ikan Air Tawar di Bantul Ditarget 13.500 Ribu Ton

memuat…

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul terus meningkatkan produksi ikan air tawar dengan memberdayakan pembudidaya lokal melalui program penanaman lele sistem terpal. Foto: MPI/John Demo

MEMBANTU – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul menargetkan produksi budidaya ikan air tawar sebesar 13.500 ton pada tahun 2023. Berbagai upaya dilakukan antara lain melalui pelatihan, pemberdayaan, dan pengenalan teknologi sistem kebocoran.

Kepala DKP Bantul, Istriyani mengaku cukup optimistis target produksi perikanan budidaya tahun ini bisa tercapai. Jika melihat tahun lalu, pembudidaya ikan air tawar di wilayah Bantul mampu memproduksi ikan hingga 13.125 ton.

“Tahun lalu targetnya 12.740 ton, jadi tahun ini kami targetkan produksi ikan budidaya 13.500 ton,” kata Istriyani, Rabu (19/7/2023).

Berdasarkan total produksi ikan air tawar di Provinsi Bantul, ikan lele merupakan yang paling banyak ditemukan, disusul ikan nila, gurami, dan ikan mas. Selain ikan air tawar, DKP juga menargetkan tangkapan ikan laut sebanyak 850 ton.

Istriyani mengatakan meski produksi ikan budidaya relatif tinggi, namun masih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Bantul. Jadi, kata dia, kebutuhan penggunaan ikan masih harus didatangkan dari luar daerah.

“Kami hanya bisa menyediakan sekitar 46% dari produksi ikan. Sedangkan sisanya atau 54% masih didatangkan dari luar Bantul,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, ini bisa menjadi peluang bagi masyarakat Bantul untuk terjun dalam usaha budidaya ikan untuk konsumsi selain menjadi nelayan. Hal ini bertujuan untuk mendorong regenerasi nelayan.

Demikian pula untuk menggenjot produksi ikan budidaya juga dilakukan melalui pelatihan, pemberian bantuan tambak, bibit, dan pakan. Kemudian juga mensosialisasikan teknologi sistem kocor untuk budidaya lele.

“Ada yang menggunakan teknologi sistem kebocoran. Atau tambak dengan luas tertentu diisi banyak ikan sehingga jumlah produksi ikan meningkat. Teknologi sistem air bocor itu mengalir terus menerus sehingga angka kematiannya minimal,” ujarnya.

(jamak)