liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
Terlibat Rencana Pengeboman, Eks Laskar FPI Ikrar Setia NKRI

memuat…

Mantan prajurit FPI mengikrarkan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Foto: Eka/SINDOnews

SLAVIA – Narapidana terorisme (napiter) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Slawi, membacakan dan menandatangani ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Napi yang berikrar setia kepada NKRI itu bernama Dedi Kurniawan alias Cakar (32). Dia dijatuhi hukuman 3 tahun penjara. Hal itu sesuai dengan keputusan nomor 1021/PID.SUS/2021/PN.JKT.TIM tanggal 20 April 2022.

“Parade sumpah dilaksanakan di ruang Rutan Kelas IIB Slawi sekitar pukul 13.00 WIB,” kata Supriyanto, Kepala Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Jawa Tengah, Rabu (8/2/2023). ).

Baca juga: Napi Teroris Surabaya Dapat Pembebasan Bersyarat

Supriyanto menambahkan, ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan ikrar dan penandatanganan ikrar oleh para narapidana, disaksikan oleh saksi wakil dan dibenarkan oleh Kalapas Slawi.

Jejaring itu juga dibarengi dengan pembacaan teks Pancasila oleh Kepala Staf Kepresidenan diikuti para napi, memberi hormat dan mencium bendera merah putih, meneriakkan semboyan NKRI.

Menurut informasi yang dihimpun, napi yang menyatakan ikrar NKRI itu dulunya anggota paramiliter FPI, ormas yang kini sudah dibubarkan pemerintah.

Ia menghadiri pertemuan di Pesantren Almuqorrobun Pengalengan, Bandung, di mana ia terlibat dalam pembahasan pembuatan dan perencanaan aksi teror dengan bom.

Membacanya: Pengakuan Pujianto, Eks Ahli Perakitan Senjata Teroris

Napiter Dedi Kurniawan diketahui tinggal di Desa Sukamana, Kecamatan Pengalengan, Kabupaten Bandung.

Dalam perkembangannya dalam proses pembinaan, Dedi akhirnya mau bekerjasama dan mengakui kesalahan yang dilakukannya serta memahami untuk menjalani kehidupan yang toleran.

(san)