liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Tidak Ada Gunanya Berilmu kalau Mental dan Fisiknya Tidak Sehat

Memuat…

Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan HUT PGRI ke-77 dan Hari Guru Nasional 2022 yang diselenggarakan oleh PB PGRI di Semarang. Tangkapan layar foto/YouTube dari Sekretariat Presiden.

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para guru dan pendidik lainnya untuk peduli terhadap kesehatan jasmani siswanya. Hal ini penting, karena kesehatan jasmani merupakan salah satu komponen untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.

Hal itu disampaikan Jokowi pada peringatan HUT PGRI ke-77 dan Hari Guru Nasional 2022 yang akan dilaksanakan hari ini, Sabtu (3/12/2022).

“Jangan lupakan kesehatan fisik. Kita sudah lama melupakan kesehatan fisik. Kita harus mencegah stunting. Bapak-bapak ibu-ibu harus melihat anak didiknya stunting atau tidak,” kata Jokowi dalam keterangannya yang diunggah di YouTube oleh Sekretariat Presiden, Sabtu (3/12/2022).

Baca juga: Wujudkan SDM Berkualitas, Program PK SPD SMK Dibuka Kembali

Jokowi mengatakan bahwa gaya hidup sehat harus dikenalkan kepada pelajar sejak dini. Menurutnya, pola hidup sehat akan mempengaruhi kemampuan fisik dan mental yang mempengaruhi.

“Jangan lupakan masalah ini karena tidak ada gunanya berilmu, tidak ada gunanya punya skill tinggi kalau tidak sehat mental, fisik. Hati-hati, kita sudah lama melupakannya,” jelasnya.

Penguasaan ilmu yang besar, kata Jokowi, juga akan sia-sia jika siswa tidak sehat jasmani dan rohani. Sebab, menurutnya, penyakit fisik atau mental adalah pengganda nol prestasi akademik.

“Alangkah bijaknya kalau semua nilai, misalkan nilai pelajarannya 10 tapi kalau sakit nilai akhir 10 kali nol sama dengan nol sepandai apapun siswa kita,” kata Jokowi.

Baca juga: Ratusan Guru dan Pakar Berkomitmen Kembangkan Potensi Siswa, Ini Tantangannya

“Kalau IPK 4 misalnya, tapi mental atau fisiknya sakit, IPK 4 kali nol sama dengan nol lagi. Jadi hati-hati dengan masalah yang berkaitan dengan kesehatan mental dan kesehatan fisik,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Jokowi meminta para guru dan insan pendidikan lainnya untuk peduli terhadap kesehatan mental dan fisik para siswanya. Hal ini dilakukan dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia yang unggul.

“Oleh karena itu, saya ingin mengingatkan kita semua bahwa tugas kita adalah menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, yang unggul dalam prestasi akademik, yang unggul keterampilan tetapi juga yang berkarakter sosial dan kebangsaan yang unggul dan kesehatan fisik yang unggul, ini harus lengkap, ini adalah tugas yang sulit bagi semua bapak dan ibu sekalian,” katanya.

(Tidak)